Karena Menikah Itu Tak Perlu Ragu

Aduh sebelumnya sebenernya ini gw bingung nyari judul, haha klise gini judulnya.
Kalo lo pernah buka iTunes gw, ada playlist “Falling in Love” disana yang isinya adalah 44 lagu pilihan dengan satu tema, cinta. Bukan melankolis tanpa sebab, karena beberapa waktu lalu entah gimana ceritanya banyak banget yang ngebahas seputar pernikahan, dan ga tau gimana ceritanya juga mendadak banyak bacaan tentang hadist pernikahan muncul di depan mata. Bertepatan juga dengan bulan November ini yang banyak temen dan kenalan gw yang nikah.
Dari situ gw jadi merenung dan berpikir,
1. Bismillah, semoga gw mati setelah menyempurnakan setengah agama dengan menikah. Hadits Riwayat Al-Hakim, artinya: Barangsiapa menikah, maka dia telah menguasai separuh agamanya, karena itu hendaklah ia bertakwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi.
2. Karena hanya dengan merengkuh tangan istrinya, maka dosa-dosa sepasang suami istri itu akan berguguran dari jari-jarinya. Riwayat Maisarah, artinya: Sungguh, ketika suami isteri saling memperhatikan, maka Allah memperhatikan keduanya dengan penuh rahmat. Manakala suami merengkuh telapak tangan isteri (meremas-remasnya), berguguranlah dosa-dosa keduanya dari sela-sela jari-jemari.
3. Karena ketika sang istri meninggal dan suaminya ridha maka Allah telah menjanjikan surga baginya.  Hadits Riwayat Ibnu Majah, artinya: Siapapun wanita yang meninggal dunia sedang suaminya meridhainya maka dia akan masuk surga.
4. Karena gw pengen masuk surga dari pintu yang bebas gw pilih. Hadits Riwayat Ath Thabrani, artinya: jika seorang wanita mengerjakan shalat  5 waktu, berpuasa satu bulan penuh (Ramadhan), dan mentaati suaminya, maka hendaklah ia memasuki dari pintu surga manapun yang dia kehendaki.
5. Karena gw tahu bahwa sebagian besar penghuni neraka adalah wanita, karena itu semoga suami gw kelak adalah lelaki soleh yang bisa menuntun dan mendampingi gw menjauhi nerakaNya. Hadits Riwayat Bukhari, artinya: Telah diperlihatkan api naar kepadaku, kulihat mayoritas penghuninya adalah kaum wanita.
6. Karena dengan segala ke-ada-apa-an gw ini, gw tetep berharap suami gw kelak adalah lelaki yang lembut yang bisa ngingetin gw tidak dengan kasar. Hadits Riwayat Bukhari, artinya: Bersikap baiklah terhadap wanita. Karena mereka itu diciptakan dari tulang rusuk. Dan bagian yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah yang paling atas. Kalau kamu berusaha meluruskannya, maka ia akan patah.
7. Karena gw pengen jadi harta yang paling berharga dengan jadi istri yang taat. Hadits Riwayat Ahmad, artinya: Apakah kalian mau saya beritahu tentang simpanan seseorang yang paling berharga? Yaitu wanita sholihah yang suaminya menjadi bahagia bila memandangnya, bila diperintah segera dipenuhi, dan bila suaminya tidak ada dia menjaga kehormatannya.
8. Istri yang melihat suaminya dengan kasih sayang dan suami yang melihat isterinya dengan kasih sayang akan dipandang Allah dengan penuh rahmat.
9. Jika wanita (istri) memijit/mijat suami tanpa disuruh akan mendapat pahala 7 tola emas dan jika wanita memijit suami bila disuruh akan mendapat pahala 7 tola perak.
10. Istri yang memberi atau membuat segelas air untuk suami akan mendapatkan pahala puasa sunat 1 tahun.
11. Istri yang merawat suami maka Allah akan memberi minum dari sungai-sungai yang ada di  surga.
12. Istri yang berkeringat membuat makanan untuk suaminya, maka Alloh SWT akan menjauhkan neraka sebanyak 7 hasta.
13. Istri yang menyediakan / memasak makanan yang mengenyangkan suami akan mendapatkan pahala haji dan umrah .
14. Istri yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutuplah pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu surga. Masuklah dari mana saja pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.
15. Istri yang taat pada suaminya, maka semua ikan-ikan di laut, burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan semua beristighfar baginya selama dia taat kepada suaminya serta menjaga salat dan puasanya
16. Tiap istri yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah Azza Wa Jalla memasukkan dia ke dalam surga terlebih dahulu daripada suaminya (10,000 tahun).
17. Apabila seseorang calon ibu mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah Azza Wa Jalla mencatatkan baginya setiap hari dengan 1,000 kebajikan dan menghapuskan darinya 1,000 kejahatan.
18. Apabila seseorang calon ibu mulai sakit hendak bersalin, maka Allah Azza Wa Jalla mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah.
19. Apabila telah lahir anak lalu disusui, maka bagi ibu itu setiap satu tegukan daripada susunya diberi satu kebajikan.
20. Apabila semalaman seorang ibu tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah Azza Wa Jalla memberinya pahala seperti memerdekakan 70 orang hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah Azza Wa Jalla.
21. Istri yang melayani dengan baik suami yang pulang ke rumah di dalam keadaan letih akan mendapat pahala jihad.
22. Istri yang menyebabkan suaminya keluar dan berjuang ke jalan Allah dan kemudian menjaga adab rumah tangganya akan masuk syurga 500 tahun lebih awal daripada suaminya, akan menjadi ketua 70,000 malaikat dan bidadari dan wanita itu akan dimandikan di dalam syurga, dan menunggu suaminya dengan menunggang kuda yang dibuat daripada yakut.
23. Wanita yang hamil (calon ibu) akan dapat pahala berpuasa pada siang hari.
Wanita yang hamil (calon ibu) akan dapat pahala beribadat pada malam hari.
24. Wanita yang bersalin (calon ibu) akan mendapat pahala 70 tahun shalat dan puasa dan setiap kesakitan pada satu uratnya Allah mengurniakan satu pahala haji. 

Subhanallah yaaa semuanya jadi pahalaaaaaa *matabelo*. Dan karena gw pengen dipinang karena  4 alasan oleh lelaki yang bisa melihat gw sebagai seorang pribadi secara utuh dengan segala ke-apa ada-an gw dan ke-ada apa-an gw. Hadits Riwayat Bukhari, artinya: Seorang wanita dinikahi karena empat perkara, karena hartanya, keturunanannya,, kecantikannya, dan agamanya. Maka pilihlah wanita yang taat beragama niscaya kamu akan beruntung.
Dan karena itu gw masih dan selalu berbenah, mempersiapkan kedatangan kejutan Allah tentang lelaki yang bakal bareng-bareng menyempurnakan setengah agama sama gw. Jangan mengharap Fatimah kalau belum seperti Ali, yah, kaya apa jodoh kita nanti sebenernya bisa dilihat di cermin. Karena wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik adalah untuk wanita yang baik, dengan berkaca kita bisa liat jodoh seperti apa yang layak kita dapetin nanti.
Tetep cintai Allah melebihi segalanya, karena Dia adalah Sang Pemilik Segala Cinta dan Penguasa Semua Hati yang bebas membolak-balikkan hati.
Buat temen-temen yang menikah November ini, mba Rofika Dyah Maharani dan calon suami; Kukuh Ginanjar Sejahtera & teh Innayah Nurlia Roza, dan mas Aditya Tri Putranto sang Dedengkot Himapur dan calon istri, semoga rumah tangga kalian senantiasa dalam rahmat dan ridho Allah dunia dan akhirat.
Semoga gw berkesempatan nyusul, karena setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati dan kematian adalah rahasia yang hanya Allah yang tahu.
Sumber: beberapa hadist diambil dari blog SitiSmile (http://greencitysmile.blogspot.com)

10 comments:

  1. #eeaa Mba Rahma jadi galau.,hahaha

    Paling suka statement: "Jangan harap Fatimah kalau belum seperti Ali".
    maknanya dalem banget mba..

    ReplyDelete
  2. Waduh tiba tiba kebelet nikah :D

    ReplyDelete
  3. semoga saya dapat jodoh yang soleha
    #nahlocurhat

    ReplyDelete
  4. ya dan jgn lupa bener2 harus siap mental. krn mengarungi rumah tangga itu gak mudah. halaah kayak dah pengalaman aja. hehee

    ReplyDelete
  5. kalau mau nikah,tuh pikir2 dulu dari mulai calonnya dll
    soalnya usahakan menikah 1 kali seumur hidup dengan pasangan yang kita cintai
    soalnya lagi musimnya nikah kagak lama jaman sekarang,tapi mudah2an aja kagak ya,amien

    ReplyDelete
  6. prikitieeeeeeeeew.... sung..sung.. sebelum wisuda...hhe

    ReplyDelete
  7. Semoga kita bisa segera menyusul untuk menyempurnakan setengah agama.. amiin..
    :D

    Nice post ma..

    ReplyDelete
  8. sangat boleeeh =)
    semoga bermanfaat yaa.. jangan lupa menyertakan sumber =)

    ReplyDelete
  9. Menikah untuk menyempurnakan separuh agama, cukupkah?

    ”Apabila seorang hamba menikah maka sungguh orang itu telah menyempurnakan setengah agama maka hendaklah dia bertakwa kepada Allah dalam setengah yang lainnya.” (H.R. Baihaqi)

    Hadist di atas sangat masyhur di kalangan muslim. Tapi sayang, yang banyak dibicarakan sekedar menikah itu menyempurnakan separuh agamanya. Padahal kan nggak berhenti di situ. Coba kita amati lagi hadist tersebut. Di bagian belakang hadist tersebut ada kata-kata "...maka hendaklah dia bertakwa kepada Allah dalam setengah yang lainnya".

    Ini yang mungkin kurang dibahas. Bahwa menyempurnakan agama itu nggak cukup hanya separuh saja (dengan jalan menikah). Tapi mustinya ada ghirah, ada semangat untuk menyempurnakan agamanya secara utuh. Nggak lucu dong kita menyempurnakan tapi separuhnya doang. Ibarat kita bangun rumah tapi temboknya cuma setengah tingginya trus nggak ada atapnya. Mana bisa dipakai buat berteduh, ya nggak?

    Terus bagaimana tuh caranya? Nggak ada cara lain, ya dengan bertakwa kepada Allah supaya agamanya sempurna, utuh.

    Nah, di sinilah pernikahan itu akan menjadi barokah, akan menjadi manfaat ketika pernikahan itu dipakai sebagai sarana meningkatkan ketakwaan kepada Allah. Jadi mustinya pernikahan itu membuat ketakwaan atau paling tidak semangat seseorang untuk memperbaiki ketakwaannya kepada Allah meningkat. Ibadahnya makin rajin, shodaqohnya makin bagus, yang jadi suami lebih rajin, lebih semangat nyari nafkah, dll.

    Jadi lucu kalau ada orang yang setelah nikah justru ibadahnya melorot. Musti ada yang dikoreksi dalam dirinya. Apa nih kira-kira yang salah?

    Lalu ada pertanyaan begini: kan nggak ada ukuran baku buat menilai ketakwaan seseorang naik apa nggak, gimana cara ngukurnya?

    Kita mah nggak perlu menilai orang lain ya. Cukup kita nilai diri kita sendiri. Setelah nikah, shalat kita gimana? Shadaqah kita gimana? Ngaji kita gimana? Intinya, seberapa baik kita menjalankan perintah-perintah Allah dan Rasul-Nya. Ada perbaikan, tetep segitu aja, atau malah merosot?

    Yuk, yang udah pada nikah kita introspeksi diri lagi, muhasabah lagi. Tapi nggak cuma yang udah nikah aja. Yang belum nikah juga kudu introspeksi, kudu muhasabah. Mempersiapkan diri dan mengingatkan diri sendiri supaya kalau nanti udah nikah tambah baik lagi.

    Jadi sekarang kita punya goal nih, punya target yang amat sangat penting buat kita raih.
    Targetnya: MENYEMPURNAKAN AGAMA SECARA UTUH, NGGAK CUMA SETENGAH.

    ReplyDelete

Drop your thoughts here, yea feel free!