Gelar Wanita Termulia Sedunia

Ketika kamu melihat anak-anak yang menggemaskan di iklan dan merasa hidupmu hampa karena tidak memiliki mereka.
Itu adalah tanda bahwa kamu ingin punya anak.
Bukan tanda bahwa kamu siap untuk punya anak.
Kutipan tadi gw ambil dari blognya Mba Meira. Ya, tanda bahwa kita ingin punya anak, bukan berarti siap punya anak. Okee, gw masih 20 tahun, masih mahasiswa, belum menikah dan belum siap punya anak. Tapi gw ingin punya anak, pasti, sebagaimana kodrat wanita untuk menjadi Ibu, karena itu letak kesempurnaan wanita.

Sabtu lalu, 17 Maret 2012, bertambah lagi jumlah wanita sempurna di bumi. Ada seorang wanita yang mendapat gelar baru bernama Ibu dan ada seorang bayi terlahir, menambah jumlah khalifah yang ada. Rohmah Amriyani, sahabat TrioMaKi yang dulu sering ngasih tebengan bonceng sepeda, tiap hari ngakak berjamaah, mantan Ketua Dewan Penggalang Putri Gudep SMP 8 Purworejo, Sekretaris OSIS SMP 8 Purworejo 2004/2005, dan yang terpenting, salah satu tempat curhat terbaik sepanjang SMP. 
TrioMaKi, dengan slogan TSS yang dipertahankan sejak 2005.

Ah, gw iri. Selamat, Ma! :)

Sekarang bukan hanya gelar istri yang dia sandang, tapi juga ibu. Gelar terbaik sedunia, Ibu, Bunda, Mama, Mamak, Emak, apapun namanya. Gelar yang diperjuangkan selama sembilan bulan dan pertaruhan nyawa. Ini melebihi perjuangan kampanye untuk jabatan apapun. 

Dulu, pas Rohmah masih hamil muda dan kami masih sering teleponan, Rohmah pernah bilang "Ma, jangan bayangin aku kaya dulu. Aku udah berubah banyak banget nih, genduutt hahaha." Tapi gw yakin, pesannya tersirat. Bukan perubahan fisik, tapi lebih pada perubahan mental. Dia memang jauh lebih dewasa, padahal, dulu, Rohmah yang paling kaya anak kecil (eeh ga ding, dari dulu sampe sekarang gelar ini gw yang punya ding, Rohmah nomer dua). Gelar Istri udah bikin dia tumbuh jauh lebih dewasa dari yang gw bayangkan, dia bisa dengan bijak nasihatin gw banyak hal. Dan sekarang, gelar Ibu bakal jauh lebih membuatnya matang. 

Berbahagialah kita, wanita :) Karena gelar terbaik ini hanya milik kita, wanita.

sepupu terbontot yang jadi kesayangan keluarga besar

Gw pernah satu kali melihat ada temen cewek bilang "Iiiiihh gw ga suka bocaahh!! bocah itu, kalo ga lucu ya bawel. Nah, yang bawel ini nih yang minta ampun." trus gw tanya, yang lucu itu yang kaya apa, trus dia jawab "Yang lucu itu yang ga gampang nangis, yang enak diajak main, ga kotor dan gampang ketawa. Oh, plus ga rewel." WOW. Ada ya bayi kaya gitu? Justru, gw pengen bilang, bersyukurlah kita wanita karena diberi kepekaan dan kemampuan lebih untuk menghandle bayi dan balita. Kalo lo ga suka bayi, waduh, bahaya, coba segera berpikir, dulu lo juga sama rewelnya, kalo Ibu lo ga suka sama lo, mungkin sekarang lo ga bisa baca tulisan ini. Wossaaaahh..

Wanita yang tidak suka anak kecil perlu segera introspeksi, demi kebaikan anaknya nanti.
Senangnya jadi Ibu :) Iya, gw tahu, ga gampang memang. Tanggung jawab atas pendidikan anak, bukan cuma buat masa depan selama hidup tapi juga masa depan setelah mati. Belom lagi kalo pas rewel dan maunya nangiiiis mulu, atau pas ga mau diajak orang lain maunya sama Ibunya doang dsb. I'm really not experienced on it, tapi ini cerita dari berbagai sumber yang gw denger.

Sesulit apapun tantangan menjadi Ibu, tetap, Ibu adalah anugerah gelar terbaik. Siapkan diri untuk jadi Ibu yang baik dari sekarang. Ah sekali lagi, gw iri. Gw pengen segera menyandang gelar mulia itu.

Dan sebagaimana Ibu yang akan menjaga anaknya dengan perlindungan terbaik, harusnya pejabat-pejabat terpilih juga menjaga amanahnya dengan usaha terbaik. Untuk rakyat, bukan untuk golongan. Untuk Indonesia yang lebih baik! :)

p.s. Selamat Rohmah! Semoga si baby bisa jadi penerang hidup buat kamu dan suami, pemberat amal kelak, dan jadi anak yang berguna buat keluarga, agama, bangsa dan negara. Really really really can't wait to see you and your baby, Sweety :*

2 comments:

Drop your thoughts here, yea feel free!