A Cover Does Matter

Don't judge a book by its cover, they say. Yes, we shouldn't judge a book ONLY by seeing its cover. But what you can do when all you see is the cover?
Seringkali penilaian mendadak tak bisa dihindari, hanya karena yang tampak adalah bungkus luarnya. Me either, kadang terjebak dalam penilaian macam ini. Manusiawi tapi, bahwa tampilan luar mempengaruhi kesan dan penilaian pertama. Maka ini gw sebut sebagai The Power of First Impression.

First impression dipengaruhi oleh beberapa hal, dan ini yang harus diperhatikan untuk mendapat kesan yang baik, terutama di depan orang baru. Kenapa harus menampilkan kesan baik? Well, you never know what on earth will happen between you and him/her. Bisa saja orang baru itu akan menjadi insvestor bisnis kita, bisa saja orang baru itu akan menjadi partner kerja kita atau bisa saja orang baru itu akan menjadi seseorang yang padanya hati kita tertaut. Everything is just possible this way. Maka first impression berperan penting disini.
  • Cover.
    Walaupun pepatah bijak berpesan untuk jangan menilai orang dari bungkus luarnya, kenyataannya, orang masih melakukan penilaian berdasarkan tampilan luar. Tak usah mengelak, gw yakin semua orang di dunia pernah melakukan penilaian hanya dengan melihat cover. Sesederhana ketika bertemu orang yang meminta-minta tapi penampilannya bersih, tampak sehat, alam bawah sadar akan merespon untuk membuat kesimpulan bahwa orang tersebut masih kuat bekerja dan tak pantas meminta-minta. Jika penampilan tak berpengaruh, bisa saja saat presentasi di depan calon investor kita memakai sandal jepit dan kaos oblong. Saat upgrading manner untuk ANT (Accommodation and Network Team) PDKT 2012, bagaimana berpenampilan pun masuk dalam kurikulum. Misal, saat akan presentasi di depan pembicara, gunakan pakaian sopan dan disesuaikan dengan siapa lawan bicara, termasuk detail jam tangan, motif kemeja, sepatu, dsb. Kenapa? Karena cover yang membuat kesan pertama. Selanjutnya? Sikap dan perkataan yang berbicara.
  • Ekspresi.
    Wajah itu karunia, dan semuanya sempurna karena ini adalah ciptaan-Nya. Beberapa orang memiliki default wajah ramah, beberapa memiliki default wajah tak ramah. Ini pun karunia yang tak boleh dikeluhkan sama sekali. Dan ada solusi universal yang berlaku di seluruh dunia, senyum.
  • 30 detik pertama.
    Di Bizcamp Challenge 2012, finalis dapet materi Elevator Speech, tentang mengajak berbicara orang baru dalam 30 detik untuk kemudian meminta kartu nama atau kontak untuk presentasi bisnis kita. Dalam 30 detik, kita harus membuat orang baru tersebut tertarik pada kita, tertarik pada bisnis kita, dan bersedia bertemu lagi untuk membicarakan bisnis lebih lanjut. Maka tak hanya dalam bisnis, dalam kehidupan sehari-hari pun elevator speech ini berperan penting. Apa yang kita bicarakan dalam 30 detik pertama pertemuan dengan orang baru akan mempengaruhi penilaiannya atas kita.
Sebuah buku tak dinilai hanya dari desain sampulnya. Sepiring makanan tak hanya dinilai dari plating-nya. Pun, manusia tak hanya dinilai dari penampilannya. Perhatikan penggunaan kata HANYA.  
So, although people don't judge a book only by its cover, but a cover does matter for first impression. Because first impression is gonna take you whether to a good fortune and excellent network or just some new-acquaintance who think you're a weirdo or have no interesting personality.

1 comment:

  1. Saya kadang terpengaruh dengan sampul saat akan beli buku.... jadinya kadang sampul nya bagus, isinya ga jamin :(

    ReplyDelete

Drop your thoughts here, yea feel free!