Stop Infotainment! Stop Gosip!

“Hi lhah, acara tv isinya ngomongin orang kok ditonton. Ganti ah!”, kata Ibu sambil lewat depan tv yang lagi gw pantengin nonton infotainment sore. Dasar bandel, gw ngeles “Sekali-kali lah Buuuk, lagi bagus e ini beritanya.” Lalu Ibu pergi tanpa berkomentar.
Peringatan semacam itu sering gw dapat waktu gw SD dan SMP, karena gw masih tinggal tiap hari di rumah dan terpantau apa yang gw tonton. SMA ngekos, ada tv di kosan tapi ngga ada minat sama sekali nonton infotainment kecuali saat sekos heboh ngomongin berita tertentu yang lagi hawt-hawt-nya hihi. Well, dan sejak kuliah, ngekos tanpa tv, gw merasa hidup gw mulus-mulus aja tanpa infotainment. Tanpa rasa penasaran apapun, tanpa ikut stress kalo beritanya lagi ruwet, dan tanpa ada usaha browse di internet karena ngga bisa nonton di tv.

Berdasarkan pengamatan gw pribadi, masyarakat kita lebih heboh kalo ada berita miring dibanding berita yang lurus-lurus aja. Wajar sih, yang biasa emang kurang berkesan, mungkin. Kalau misal ada kejadian tertentu, media lebih seneng meliput sisi nggak wajarnya. Kenapa? Karena demand-nya tinggi. Buktinya, acara infotainment makin merebak. Jumlahnya makin banyak, jam tayangnya makin panjang. Ragam penyajiannya makin macem-macem. Kenapa? Karena masyarakat suka!  Gimana mau cerdas dan kritis kalo pagi-pagi abis subuh tontonannya infotainment! Agak siangan lagi, di stasiun tv sebelah, ada infotainment. Siangan, ada kupas tuntas satu topic satu jam. Setelah itu, di stasiun tv lain masih ada acara serupa. Sore jam-jam ashar, infotainment lagi. Segampang itu nonton infotainment.
Ketika kendali media bukan di tangan kita, satu-satunya kendali yang bisa kita pegang adalah filter. Filter berita dan acara-acara dari media, pasang jaring serapat dan seselektif mungkin!
Gw pernah baca, gossip adalah sesuatu tentang seseorang yang orang tersebut ngga suka kalau sesuatu itu disebut-sebut. Mau bener mau salah, tetep aja salah. Toh kalau bener jadi ghibah, kalau salah jadi fitnah. Kalau ngga mau diomongin orang, jangan ngomongin orang. Kalau ngga mau ngomongin orang, jangan denger berita yang memancing untuk ngomongin orang, infotainment misalnya.

Apa yang masuk ke kuping  bisa jadi gerbang untuk ngomongin hal serupa dalam bentuk yang sudah diolah otak kita. Olahan-olahan itu yang bikin kredibilitas gossip makin lama makin memudar. Waspada!

Stop nonton infotainment! Stop bergosip! Stop ngomongin orang! Kalau bukan mulai dari sekarang, kapan lagi? Kalau bukan mulai dari diri sendiri, siapa lagi?

1 comment:

Drop your thoughts here, yea feel free!