Angsa Jenius

"Jika tidak sibuk dengan kebaikan, berarti kita tengah sibuk dalam keburukan, atau minimal kesia-siaan."

Kebahagiaan Sang Gadis Impulsif

Saturday, May 25, 2013

The only person that should be the reason of your happiness is yourself, because happiness comes from here, within the heart.

Proved. Happiness is not something people have to seek, it’s something people should realize for. Because if you tell yourself that you are happy, hap! You will get that instant happiness!


And this post is a little about the happiness of mine. :angel

I am impulsive, but my impulsiveness depends on where I am. When I’m in a bookstore, my impulsiveness is always on maximum level.

 Ada orang yang bahagia ketika melihat diskon. Bahkan, riset membuktikan (gw lupa sumber dan datanya), saat melihat diskon, wanita akan mengalami puncak kebahagiaan sesaat, melebihi ketika mereka jatuh cinta. Ajaib ya? :mj


Ada yang bahagia ketika berbelanja, ada yang bahagia ketika melihat banyak makanan, ada yang bahagia ketika selesai mengaji, dan ada yang bahagia ketika melihat seseorang tersenyum. Sesederhana itu. Baru saja, gw mengalami kebahagiaan yang lama gw lupakan. Guess what?


Yap. Toko buku. :L Terakhir kali ke toko buku buat belanja buku, sekitar sebulan yang lalu. Dan hari ini, gw ke toko buku, sendirian, naik angkot. Hal pertama yang terjadi ketika gw masuk ke toko buku adalah….. hati gw hangat. Senyum yang pengin gw sembunyikan demi nggak dianggap aneh sama orang-orang karena senyum-senyum sendirian, gagal. Senyum makin lebar dan gerak-gerik excited nggak sanggup gw sembuyikan, terlebih saat melihat ada diskon tambahan. Wow. Gw rasa gw baru aja mengalami kebahagiaan sesaat yang melebihi ketika gw jatuh cinta :P


Udah jadi fitrahnya wanita untuk punya perasaan yang mudah tersentuh, let’s say lembut. Pun dengan sikap, walaupun ini balik lagi, tergantung dari pribadi masing-masing. Tapi itulah fitrahnya. Dan gw rasa udah dari sononya juga kalau wanita ini suka diperhatikan. Eitss... ngaku ngga? :P


Ngomong-ngomong soal diperhatikan, banyak wanita yang ngga suka pergi sendirian. Banyak alasannya. Iya memang, pergi rame-rame atau minimal sama satu temen emang seru. Ada yang diajak ngobrol, ada yang bisa dimintai pertimbangan kalo mau beli sesuatu. Tapi kenapa pergi sama temen bisa lebih menyenangkan? Karena hati berkata pergi sama temen ini menyenangkan, dan lo nyaman dengan itu. Gimana dengan pergi sendiri?

Ketika lo pergi sendirian, sadar atau engga, lo akan lebih aware sama apa yang ada di sekeliling. Entah itu bentuk waspada atau sekedar penyaluran perhatian. Dan itu bisa bikin kita lebih banyak belajar. Dan keunggulan utamanya adalah, ngga perlu mikir si temen kita itu udah cape apa belum, dia ada urusan yang bikin keburu-buru apa engga, atau gengsi karena malu mau nyoba sesuatu yang baru. Try it! Pergi sendirian berarti kesempatan mengeksplor apapun, pergi kemanapun, nyobain apapun. Ehm…. Enak siih emang pergi sendirian, sampai akhirnya lo harus menemui sepasang suami istri yang tampak baru nikah atau lagi hamil. Hahaha. Pudar lah seketika kebahagiaan pergi sendirian :P


Gw jadi inget satu quote yang pernah gw baca,

Pasang foto nikah di media sosial itu kaya makan di depan orang yang lagi puasa.

Can’t agree more. Period. Hahaha.


Anyway soal buku. Di mata gw, orang yang suka baca punya pesona tersendiri. Karena dengan suka baca, itu menandakan mereka open minded, dan mereka menyambut informasi yang ada, bukannya pasif nunggu ada orang ngasih tahu. Ketika kita terkunci di satu tempat dan belum berkesempatan melihat dunia yang lebih luas secara langsung, buku adalah teropong yang bisa bantu kita melihat setiap sudut dunia. You may say internet pun juga, tapi buat orang yang doyan baca, ebook dan buku fisik rasanya beda, jauh. Ada kepuasan tersendiri ketika gw bisa baca buku langsung, bukan versi digitalnya. Temen gw pernah bilang, doi salut sama orang yang rela ngehabisin duitnya buat beli buku, bukannya beli baju. Buku ini investasi. Buku ini harta, yang ngga akan dicuri (kecuali kalo dipinjem orang dan ngga dibalikin *sigh).
Berinvestasi dalam bentuk buku adalah bentuk investasi paling aman. Perampok dan pencuri tidak menyadari bahwa buku adalah harta, sedangkan orang yang menyadari buku adalah harta tidak akan mencurinya karena mereka sadar buku terlalu berharga untuk dicuri.

Ayo gemar membaca!
ilustrasi kebahagiaan saat membaca buku :P


Salam,

Rahma Djati :d
1 comment on "Kebahagiaan Sang Gadis Impulsif "
  1. iyaa mak, paling enak pergi kemana mana sendirian, ga ngerepotin orang lain jadinya. hehe

    ReplyDelete

Terima kasih sudah membaca! Silakan tinggalkan komentar di bawah ini :)

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9