Filosofi I Transform, You Transform, We Are Transformers

Ini tentang perubahan. Transformasi. Sesuatu yang buat gw pribadi, bener-bener mengubah satu sisi hidup gw. 

I transform, you transform, we are transformers!
Kalimat itu pernah bergaung setiap hari di almamater kebanggan gw, Institut Teknologi Telkom. Kalimat itu adalah tagline yang impulsif terlintas di benak dan disetujui untuk menjadi tagline ospek tahun lalu. 

Gw baru sadar, tagline itu punya arti luas.
Bahwa untuk mengubah masyarakat, perubahan itu harus dimulai dari diri sendiri. Ketika diri sendiri sudah berubah, maka perubahan terbaik adalah melalui orang-orang terdekat. Alasan yang masuk akal untuk ini adalah bahwa kedekatan berpengaruh terhadap tingkat kepercayaan seseorang. 

Kaya yang Mahatma Gandhi bilang, "Jadilah perubahan yang kamu pengen lihat, be the change you want to see in the world." Seperti yang ada di teori butterfly effects juga, perubahan sekecil apapun di saat ini akan memiliki dampak yang besar di masa yang akan datang. Perubahan kecil sesepele ngga buang sampah sembarangan atau mulai stop makan makanan ber-MSG sekalipun bisa jadi berdampak besar di masa depan.

Orang bilang, don't judge a book by its cover walaupun nyatanya judging berdasarkan covernya masih sangat-sangat-sangat banyak terjadi. Maka hanya ada dua pilihan, menjadi lebih baik dengan memulai perubahan atau diam di tempat. 
Orang yang diam memang ngga akan tersandung dan jatuh, tapi pasti akan tertinggal.
Bukankah salah satu ciri kehidupan adalah adanya perubahan? Mulai perubahan dengan menyibukkan diri dengan kebaikan, karena jika ngga sibuk dalam kebaikan maka kita pasti sedang sibuk dalam keburukan, dan sia-sia adalah salah satu keburukan terkecil.

Minjem potongan puisi Taufik Ismail favorit gw, 
Tidak ada pilihan lain, kita harus berjalan terus. Karena berhenti atau mundur berarti hancur.

1 comment:

  1. rasanya ingin menggaungkannya kembali ka :'D (y)

    ReplyDelete

Drop your thoughts here, yea feel free!