Ibu, Stop Ngasih ASI di Angkot :3

Funny how a song can take you somewhere you never were, or simply somewhere you ever were. Sesederhana muter Just The Way You Are-nya Billy Joel atau My Love-nya Westlife yang ngga pernah gagal bikin pikiran gw kemana-mana. Fyuuhh..

Anyway, here I am right now, dalam kesejukan tempat gw tumbuh sejak kecil, Purworejo. Banyak hal lama yang baru gw sadari disini. Dan berbagi selalu menyenangkan, semoga bermanfaat hihi. Ohiya dan judulnya rada aneh ya, mohon maap, seperti biasa gw kesusahan milih judul fufufu

Dalam perjalanan gw pulang kampung dari Bandung ke Purworejo naik kereta api, gw nemu satu fenomena aneh tapi entah gimana sejarahnya dianggep umum dan biasa. Bayi kehausan dan kelaparan di tengah jalan atau di tempat umum adalah hal biasa. Ibu menyayangi anaknya dengan bersegera memberikan apa yang bayi butuhkan pun hal biasa. Ibu memberi ASI pada bayinya juga biasa. Tapi ibu-ibu memberi ASI pada bayinya di tempat umum tanpa ditutup, itu……………….. *tahan nafas* ntah kenapa kok bisa dianggep biasa.

Ngga jarang juga gw ketemu ibu-ibu berkerudung, banyak yang masih muda bahkan; dengan santainya ngasih ASI ke bayinya di angkot, kereta (ini yang gw temuin selama perjalanan mudik kemaren, persis di kursi hadapan gw, duh!) atau sambil duduk-duduk di warung, stasiun, terminal dan sebagainya. Sedih ya liatnya, sekaligus malu. Kesannya, sesuatu yang sangat berharga, yang selalu berusaha ditutup rapat sebelum menikah, boleh dibuka di tempat umum ketika ada bayi. Ditutup pake kain jarik kan bisa, yegak ibu-ibu? 

Mungkin tulisan ini ngga akan tersuarakan kepada target yang gw sasar dari cerita tadi, but hey each and every of you can help me to spread the words, don’t you? Ingatkan orang terdekat kita, berlanjut ke lingkungan kita. 

Seterhormat itu posisi ibu, sehingga ketika memberi ASI pada bayinya pun harus dengan cara yang terhormat.
Seterhormat itu posisi ibu, sehingga sesuatu yang memang tidak untuk ditampakkan di depan umum saat masih gadis pun tetap tidak boleh ditampakkan di depan umum setelah tak lagi menjadi gadis.
Seterhormat itu posisi seorang ibu, sehingga pun saat di rumah menyapu halaman, rasanya tak layak ibu hanya mengenakan kaos tanpa lengan dan celana pendek, seperti yang sering tampak di halaman tetangga itu.

2 comments:

  1. Breastfeeding cover memang belum lumrah digunakan di Indonesia. Kadang risih juga kalau di angkot/kopaja nemu yang kayak gini.

    ReplyDelete
  2. hihi, lucu baca postingannya.
    kayaknya banyak yang berpikiran serupa sih ya, pengen nyamperin ibuknya, ngasih saran tapi gak enak.. mesti nyusun kata2 dulu biar si ibuk gak tersinggung..

    atau bisa kali ya diadain sosialisasi buat makai penutupnya itu kalo di tempat umum.. udah banyak yg jual juga kan? :D

    mari kita ingatkan orang2 terdekat :)

    ReplyDelete

Drop your thoughts here, yea feel free!