Bilakah Tidak Mudah Selalu Berarti Bukan Jodoh?

Katanya, kalau jodoh itu pasti dipermudah. Tapi bukan berarti yang sulit itu selalu bukan jodoh. Tugas akhir misalnya, sulit memang, tapi bukan berarti tidak bisa.

Kalau dulu Siti Hajar, istri nabi Ibrahim alaihissallam menyerah saat ditinggal di gurun hanya berdua dengan bayinya, beliau menyerah mencari air bolak-balik bukit Shafa dan Marwah, ntah jadi apa sejarah sekarang.

Tidak semua tembok yang tinggi harus dihindari. Jalan yang terjal dan menanjak bukan selalu menjadi pertanda kita harus turun dan mencari jalan lain. Setiap pilihan memiliki kesulitan dan tantangannya masing-masing. Disini manusia diuji, kita diberi akal untuk berpikir, kreatif menemukan solusi.

Kalau manusia menyerah dengan jarak jauh yang harus dilewati, mungkin sampai saat ini tak ada yang namanya pesawat, mungkin kita harus mendayung sampan dan naik kuda untuk berkendara. Atau bisa jadi kita malah menjadi makhluk yang terisolasi karena tak bisa pergi kemana-mana.

Bukankah Dia tak pernah membebankan sesuatu di luar kapasitas kita? Jika sesuatu terasa terlalu berat, artinya Dia hendak menaikkan level kita dengan ujian dan tantangan yang lebih berat. Katanya, kalau jodoh itu pasti dipermudah. Tapi bukan berarti yang sulit itu selalu bukan jodoh.

Anyway hope you, all dearest angsajenius readers don't presume this writing is all about lovey dovey thingy only.

No comments:

Post a Comment

Drop your thoughts here, yea feel free!