Break Your Limit!


Seorang pelari, mitosnya, hanya akan bertambah ketahanan larinya jika ia menembus jarak yang belum pernah dia capai sebelumnya.
Oh nyata rupanya mitos itu. Nama gw Rahma, perkenalkan. Olahraga jelas bukan hobi kesukaan gw karena sejak SD track record olahraga gw ngga pernah mempesona. Senam lantai berakhir jatoh nendang pak guru lah, lari selalu tertinggal di belakang dan ujungnya minta bonceng sepeda pak guru karena ngga kuat lah, main kasti lalu kepukul bola karena larinya pelan lah, main sepak bola lalu sepatunya copot trus malah sepatunya dijadiin tendang-tendangan lah, main voli yang padahal jago juga enggak bahkan bola banyak melesetnya tapi tangan jadi bengkak lah, paling parah pemanasan mau olahraga trus jatoh sendiri sampe tulang lututnya mengsol dan musti ditandu gabisa jalan. Uhuhu, kelam saudara. Iya, olahraga ngga pernah jadi sesuatu yang gw nanti-nantikan sejak SD sampe SMA.

Sewaktu kuliah, gw diajakin ikutan seni beladiri yang dari situ gw belajar sesuatu yang sangat-sangat-sangat berharga.

“Kalau kamu mau berkembang, kamu harus nembus limit yang kamu punya. Kamu sekarang cuma bisa lari keliling lapangan 6 kali, kalau kamu ngga pernah nyoba keliling 10 kali, skillmu segitu-gitu aja, Rahma.”, kata kak Nugi Tartaruga, graduado yang ngelatih capoeira di IT Telkom. Kalimat itu tercetus karena gw, sebagai satu-satunya cewek di situ, minta keringanan lari pemanasan keliling lapangan.

Bener banget ngga sih?

Kalau kita ngga pernah nyoba melakukan sesuatu yang baru, skill kita bakal segitu-gitu aja. Dulu, senior di kampus yang sekarang udah lulus kuliah di Korea, kak Tomhert, pernah bilang "Beasiswa itu ngga sulit sebenernya, tapi ribet. Makanya banyak yang ngga mau ngurus. Kalau ngga mau nembus batas kemalasan ngurus syarat-syaratnya, ya kita ngga akan dapet beasiswa." Kalau bahasanya murrabi gw (hahaha asik ye murrabi, pertemuan mingguan ngga pernah se-nyandu ketemuan sama beliau dan temen sekelompok, I swear), kalau selama ini baru bisa ngaji 5 lembar sehari dan udah ngos-ngosan banget, coba dipaksa tambah jadi 6 lembar. Kalau ngga dicoba paksa naik level, sejuz per hari ngga akan pernah tercapai.

When you have a good plan, you are half way already. Tapi percuma toh segudang rencana yang mengonggok jadi rencana aja? Segalanya butuh aksi nyata. Segalanya butuh “yang pertama”.

Waktu gw SMP, gw ikut ekstra apresiasi sastra (EAS) yang di sana anggotanya dilatih untuk paham sastra. Jangan bayangin gw baca roman-roman karyanya Armyjn Pane, Marah Rusli dan sebangsanya. Anak SMP terlalu dini mencerna novel seberat itu. Di EAS, kami dilatih buat paham puisi dan ngomong di depan khalayak. Selain dicekokin puisinya Chairil Anwar, Taufik Ismail, WS Rendra, Sultan Takdir Alisjahbana daaaan sebagainya, kami dilatih buat bikin puisi termasuk ngebaca dan bikin prosa dari puisinya. Teknik vocal, tempo, penghayatan dan sodara-sodaranya juga harus ditelan. Nah, inti poinnya adalah, waktu SMP kelas 1, untuk pertama kalinya gw harus ngomong di depan 600 orang lebih jadi MC isra’ mi’raj. Grogi? Pasti lah! Mules-mules demam panggung, tangan dingin, jantung rasanya berdetak kenceng banget. Gemetar. Semuanya masih terekam jelas karena itu adalah sesuatu yang bisa disebut “pertama”. Pertama kali ngomong di depan segitu banyak orang (bukan pake teks protocol upacara yang udah fix). Tapi kalau gw ngga pernah menembus batas itu, gw ngga akan berkembang.

We live only once. Di hari senja nanti, yang akan kita inget bukan masa-masa santai leyeh-leyeh di rumah tapi masa-masa kita jungkir balik memperjuangkan mimpi. Don’t overthink, break your limit!

3 comments:

  1. waah, kk dr IT Telkom kenal ka suardika putra juga dong,, hehe #kepo
    tp kece ka tulisanya, bener bgt, klo g nyoba untuk menjadi lebih, brarti ya disitu2 aja posisi kita :D

    ReplyDelete
  2. teteh.. asa ngena banget.. aku udah pernah "broke my limit" tapi karena engga dikembangkan jadi "stuck on my own limit" huhu..

    ReplyDelete
  3. Yapsss, itulah kenapa gue sekarang bisa didepan kompi lebih dari 5jam..hahhaa
    dulu sejam dua jam udah empet, lama lama krasan juga..
    :D

    ReplyDelete

Drop your thoughts here, yea feel free!