Agent of Change, Katanya

Gw lagi ngantri beli sesuatu di kantin pagi ini saat radar kuping gw mendadak panas. 

"Udah lah, anjing." 
"Ntar gw kesana njing."
Oke nggak perlu pake sensor-sensoran lah ya, kita sudah cukup dewasa untuk membedakan mana yang baik mana yang enggak.

2014 gitu sekarang, jaman dimana teknologi udah sangat maju, bahasa udah sangat berkembang. Ngga bisa apa ngomong lebih santun? Gw ngebatin dalam hati sambil ngeliatin si mas-mas berbaju biru yang ngomong gitu. Dalam hati gw kesel sendiri. Pagi-pagi udah disuguhi suara yang ngga enak di telinga fyuuh.

Kalau lo ngga bisa menghormati mulut lo dengan ngomong sopan, gimana lo berekspektasi orang lain mau menghormati lo? Gw membatin lagi. Menghargai diri sendiri itu banyak caranya. Berpakaian sopan berarti menghargai bahwa kita precious, bukan pemandangan sembarangan yang boleh dilihat semua orang. Ngga ngomong kata-kata kotor berarti menghargai diri kita sendiri, bahwa mulut ini terlalu berharga untuk ngomong kotor. Sesederhana itu.


Niatnya bercanda
Definisi bercanda itu apa sih? Apa masih bisa disebut bercanda kalau menyinggung? Tawa di luar bisa jadi sakit hati di dalam, bercanda pun ada caranya. Rasulullah aja, manusia terbaik yang dijamin masuk surga, ngga pernah bercanda dengan mengolok-olok, menjelekkan fisik misalnya. Rasul juga ngga ngajarin kita bercanda dengan bohong cuma supaya khalayak tertawa. 

Back again, bersikap santun itu tanda kita menghargai diri kita sendiri. Pas masih kuliah dulu, sering banget digembar-gemborkan mahasiswa itu agent of change, khatam ini pasti buat anak BEM se-Indonesia raya merdeka merdeka. Be the change you want to see in the world, kalo kata Mohandas Karamchand Gandhi alias Mahatma Gandhi. Mulai yok dari hal kecil, ngga ngomong kotor dan berpakaian sopan salah satunya :)

1 comment:

  1. yup, jangan sampai becanda kita menyakiti orang lain. Becanda dengan bahasa yang baik. :D

    ReplyDelete

Drop your thoughts here, yea feel free!