Behind The Scene: Our Besya!!

Kalau lo tanya tiga hal yang paling gw suka, gw akan menjawab dengan membaca, menulis dan bercerita. Kalau disuruh nyebutin dua lagi, gw akan jawab marketing dan India. Iya makasih, udah banyak kok yang bilang kalau gw salah jurusan. But nope, gw ngga merasa salah jurusan sama sekali wuuuusss *suara angin berhembus* gw cinta dan seneng bisa jadi sarjana Sistem Informasi dan in syaa Allah segera akan jadi mahasiswa Sistem Informasi lagi. Aamiin, doakaaaan!

Kalau disuruh nyebutin dua lagi hal yang gw suka, jawaban gw adalah aktif dalam organisasi dan ngerjain bisnis.
When doing business, we’re not only focused on ourselves but also delivering and giving the best to others.
Fokus memberikan layanan dan produk terbaik kepada customer, fokus memberikan hak terbaik untuk pegawai dan stakeholder terkait, fokus menyisihkan sebagian keuntungan untuk sosial, dan tentu saja fokus mengembangkan diri pribadi. Banyak banget yang bisa dipelajarin dari membangun bisnis.

Yang tadinya malu ketemu orang baru, sekarang harus berani ngomong sama orang yang belum dikenal sama sekali. Yang tadinya ngga tahu gimana caranya dealing with customer sekarang jadi tahu trik-trik paling ampuh buat menggaet hati customer. Yang tadinya tahunya duit buat diri sendiri aja, sekarang jadi tahu gimana memperlakukan pegawai, gimana menggaji mereka, berusaha memberikan haknya sebelum keringatnya kering. Yang tadinya ngga punya banyak kenalan, sekarang kenalan ada dimana-mana. Yang tadinya pribadi tertutup, sekarang jadi pribadi terbuka yang siap menyambut setiap kejutan hidup.

Oooh enaknya punya bisnis :p

Satu hal yang gw percaya sangat kuat adalah you have to know your products. You are the representative of your business. Maka setelah ditempa tiga tahun di departemen dan kementrian wirausaha BEM, inilah Rahma Djati Kusuma, bocah ngga bisa diem yang tadinya paling anti sama jualan yang sekarang justru doyan banget jualan. Tepuk tangan penonton!

Dosen gw, kaprodi Sistem Informasi pertama, pak Avon Budiyono yang dulu ngajar Inovasi dan Kewirausahaan pernah bilang “Skill public speaking paling tinggi itu jualan. Kalau bisa jualan, pasti bisa ngomong di depan umum.” Tapi bisnis ngga sekedar soal jual-menjual aja.

Nah ngomongin knowing your product, ini juga alasan kenapa gw sering pake kerudung Besya. Jadi ceritanya Juni tahun lalu gw diajakin Tari buat ngebikin bisnis pakaian muslimah. Kick off meeting besya menelurkan ide-ide brilian yang segera kami eksekusi. Kolaborasi sama dua anak informatika, Tari dan Donni, bikin gw merasa tertantang buat banyak belajar lagi. Setelah beberapa kali meeting, deal juga nama BESYA. Beauty and syar’i. Konsep utamanya adalah kami pengen bikin produk-produk muslimah yang cakep, eye catching dan bikin orang yang belum berjilbab jadi pengen berjilbab karena melihat kalau ternyata berjilbab pun tetap bisa tampil oke. Ehem *benerin kerudung*.  Dan pastinya, semua produk besya sudah melewati proses peng-godhog-an ide sehingga tetap memenuhi syarat-syarat jilbab yang benar. Balik lagi ke knowing your product and being representative of your business, gw jadi sering kemana-mana pake produk besya. Karena gw percaya, lo ngga bisa menjual produk kalau lo sendiri ngga kenal sama produknya, gimana rasanya dan bentuknya kalau dipake, gimana tekstur kainnya, gimana cara pakenya, dsb.
Di satu bulan terakhir, tim besya nambah personil. Illustrator kece yang bikin gw mangap bengong kalau liat beliau ngedesain komik dan artwork besya pake corel draw. Fayyadh. Tepuk tangan lagi pemirsa!




Di besya, selain pegang media sosial gw juga ada di bagian marketing and public relation. Seruw! Semua personil bisa multitasking di besya. CEO besya, Tari, selain handling semua bagian juga harus ngedesain produk plus ngurusin produksi, jadi fotografer tiap photo session dan event pula. Donni, ngga cuma harus ngerjain & maintenance web aja tapi juga harus bisa sablon kresek besya sendiri dan ngebantuin marketing. Fayyadh, selain harus bisa ngebikin desain artwork yang besya banget juga musti bantuin sablon kresek besya, dan paling jago benchmarking sama akun-akun instagram yang jualan produk serupa dan instagramnya bu Ani. Gw? selain ngadmin, gw harus jadi model objek foto tiap photo session. Ngga repot sih bagian foto-foto ini, karena fotonya sebagian besar ngga nampak muka jadi sambil difoto pun gw bisa nguap-nguap, ngga perlu make up pula.

Ini salah beberapa contoh hasil photo sessionnya.



yang ini foto di kampus dan diliatin orang-orang lewat :3

Besya, ruarr biazah. Buat yang pengen tahu lebih banyak, bisa follow @besyahijab dan like fanpage di www.facebook.com/besya.co atau bisa juga buka webnya di www.besya.co

No comments:

Post a Comment

Drop your thoughts here, yea feel free!