Moh, Nanti Sombong

Dalam suatu kesempatan pulang kampung, gw kaget dengan kamar bapak ibuk yang dipenuhi tempelan foto anak-anaknya. Ada pas-foto saat TK, SD, SMA, wisuda, dan foto wisudaan bapak. Terheran-heran gw nontonin betapa banyaknya foto yang dicetak (lumayan) besar dan ditempel-tempel gitu aja di dinding. 

"Buk, kenapa ngga ditempel di ruang tamu aja satu yang bagus?"
"Bapak nggak boleh, nduk."
"Lho kok? Kenapa?"
"Nanti kuatir ditanya orang, kalo ditanya nanti pas jawab kuatir ada rasa pengin pamer. Nanti jadi sombong."
Sleketep. Gw terdiam.

Yang namanya hati, ngga bisa ditebak kapan berubahnya. Sekarang terpancang niat ngga mau pamer, bisa jadi pas ada tamu yang nanya "Waah mbak Rahma udah wisuda ya, cantik banget." *yaudah si blog-blog gw, terserah dong ya bikin contohnya :p* tiba-tiba rasa sombong itu muncul tanpa bisa dibendung. Ah kagum banget deh sama bapak.


Daripada tiba-tiba mulut susah direm buat cerita membesar-besarkan diri sendiri, padahal semuanya ngga akan terjadi tanpa ijin dan kuasa Allah, mending cari aman menghindari sejak dini toh? 

Selamat menjalani bulan Ramadhan, barakallah barakallah :))

1 comment:

  1. belajar satu kebijaksanaaan dan kerendahan hati lagi dari ayahnya mbak rahma :)

    ReplyDelete

Drop your thoughts here, yea feel free!