Finally! Welcome Baby Afiqa!

Seorang perempuan bernama Rahma, dia percaya momen akan abadi dengan dua cara, foto dan tulisan. Maka dengan ini, dia ingin momennya abadi, dan inilah kisahnya............................

Jumat minggu lalu, 29 Juli, kembali gw kontrol rutin ke rumah sakit Karya Bhakti Pratiwi (ini bukan endorse :p). Hasil USG menyatakan usia kehamilan gw baru 37 minggu. And yes that means we still have a couple weeks until the estimated due date. Sepulang dari rumah sakit, dan selagi masih bisa leluasa keluar, ngga lupa gw menyambangi bebek Haji Slamet yang super duper lezat dan tersohor itu (ini juga bukan endorse). Lalu malam pun tiba. Jelang tengah malem, perut gw bergejolak. Firasat gw mengatakan "waduh salah nih jangan-jangan makan sambel bebek slamet tadi" tapi makin lama gejolak perut gw makin aneh. Mulesnya tak sekedar mules kebanyakan sambel biasa yang bikin merinding kalo ditahan. Mules ini dateng dan pergi beberapa menit sekali. Akhirnya suami yang udah tidur duluan sejak berjam-jam sebelumnya langsung siaga, kantuk hilang seketika walaupun muka ngantuknya masih nyisa. Setelah geal-geol di gym ball sekitar satu jam, setengah tiga dini hari kami meluncur ke rumah sakit karena pas gw cek, ternyata udah keluar flek.

Ini paasssss banget, siangnya pas gw kontrol, dokter Giana sangat menekankan tiga kondisi darurat yang mengharuskan gw langsung ke IGD. Satu, ada cairan ketuban pecah, tanda gampangnya pokoknya asal ada cairan keluar dan itu bukan pipis, langsung ke IGD. Dua, keluar flek. Tiga, perutnya kenceng dan mules dengan interval 4-7 menit sekali selama 4 jam.

Setelah dicek bidan di IGD, ternyata.......masih bukaan 1 sodarah. Perjalanan masih panjang. Makin siang mulesnya makin nyata dan makin durasinya makin lama. Ternyata begini perjuangan mau menjadi ibu, pantesan Rasulullah menyebut ibu tiga kali sebelum ayah. Sampe jam 3 sore, bukaan stuck di angka 2, dan ternyata ketuban udah rembes. Dokter ngasih dua opsi, induksi atau caesar. Dengan alasan-alasan yang ngga bisa gw ceritakan, akhirnya dipilih opsi caesar. 

Setelah dua bulan, gw kembali memakai baju hijau bertali belakang itu, masuk ke ruangan dingin itu, dan berbaring di bed yang sama. Dokter-dokter di ruang operasi dan perawat ruangannya bahkan masih inget sama gw, tapi jelas itu bukan prestasi walaupun diingat orang memang menyenangkan. Punggung bawah disuntik. Kebas dimulai dari kaki, menjalar sampai ke perut. Dingin makin menjadi. Lalu...gw diajak ngobrol yang gw jawab setengah mengigau. "Tuh kan ketubannya udah ijo!" suara dokter Giana tertangkap oleh indera pendengaran yang makin melemah karena ngantuk. Lalu.....

Eekk..ekk..oeeeekkkkk.....
Eh gimana sih nulisin bayi nangis kenceng pertama kali?
Lalu gw kembali tertidur.

Jatuh cinta. Pada tangis pertamanya, pada rambut lebatnya, pada jari tangannya yang mungil, pada dagunya yang lancip, pada matanya yang bisa membelalak, pada bibirnya yang menguncup kecil. Beginilah Allah sempurnakan nikmat pada hambaNya. Dia berikan bayi mungil yang tangisnya memenuhi ruang operasi, dan terlebih lagi memenuhi level kebahagiaan ibunya. Dia cantik, setengah ayahnya setengah ibunya. Bayi yang kami beri nama Afiqa, perempuan cerdas. Nama lengkapnya belum selesai dirumuskan hingga Afiqa berumur 4 hari.

Afiqa Taqiyya Amanina. Perempuan cerdas, bertaqwa, yang menjadi harapan kami. Doakan bayi cantik ini tumbuh sesuai arti namanya :)

Anak gw, baru lahir udah banyak yang ngajak main sama makan oreo! Sebabnya pasti iklan oreo yang dibintangin Afiqa. Bukan terinspirasi, karena kami baru tahu nama Afiqa oreo itu Amanina Afiqa Ibrahim justru setelah nama Afiqa kami, selesai dirumuskan.

Hari-hari setelahnya dipenuhi dengan aktivitas emak-emak baru. Nyusuin, cuci popok, gantiin popok, cium-ciumin anak. And I'm telling you, being a mom needs extra energy. Punya anak ngga cuma soal seneng-seneng anaknya lucu bisa difoto-foto, diciumin dan diupload-upload. Ada drama puting lecet pas nyusuin, kudu melek tengah malem di saat biasanya bisa enak-enakan tidur, ikutan nangis pas anak rewel dan susah mimik, daaaan drama-drama lainnya. Tapi, ada kelegaan yang ngga bisa diceritakan pas ngeliat anak bobok pules sambil senyum-senyum khas bayi newborn. Ada kebahagiaan yang ngga bisa dideskripsikan pas selesai mimikin sampe anak kenyang. Ada kebahagiaan dalam tiap detik yang dihabiskan bersamanya. Dan terlebih lagi, ada tanggung jawab besar atas titipan ini untuk mendidiknya dengan benar, mengenalkannya pada Rabb semesta alam, dan menjaganya dari dunia yang semakin buas.

So yes, welcome baby Afiqa!
Ayah dan ibu superluvvvv sama kamuuuu :*

No comments:

Post a Comment

Drop your thoughts here, yea feel free!