Umahat Peduli Jilbab

Ada yang tak pernah sengaja menyamakan langkah namun bisa berjalan beriring. Ada yang tak pernah mengadakan pertemuan untuk menyamakan persepsi namun ternyata bisa saling memahami.

Dari puluhan grup watsap, ada satu grup yang ngga pernah sepi. Dari hal sangat serius seperti diskonan popok sekali pakai (penting!) sampe remeh temeh seperti baru aja lewat tukang martabak, segalanya dibahas tuntas. Perihal vaksin anak, arisan, resep masakan, es krim Aice (yang gw belom pernah huhu, di Bogor di mana sih yang jual?), harga cluster perumahan Islami, dokter anak dan dokter kandungan, tips menjelang kelahiran, tips promil, cara ngatur keuangan keluarga, duh saking banyaknya gw sampe bingung kudu ngabsen dari mana :3

Bergabung ke grup Umahat Peduli Jilbab adalah salah satu hal terbaik dalam 25 tahun kehidupan gw. Sebagian besar member grup ini belom pernah secara langsung gw jabat tangannya, tapi rasanya bisa jauuuuhhh lebih deket dan kenal daripada yang udah pernah berjabat tangan langsung. Mereka bisa menjawab pertanyaan yang ngga bisa Google jawab, emak-emak ini lebih canggih daripada Google. Pertanyaan yang ngga berani gw tanyain ke siapapun, bisa gw tanyain ke mereka, dan dijawab!

Ngga ada celetukan seremeh apapun yang ngga direspon. Yang bisa bikin berkaca-kaca karena tertohok dan terharu, atau karena disadarkan bahwa iman sedang sangat rendah; tapi juga bisa bikin ketawa sampe sakit perut.





Dari sekian banyak grup Peduli Jilbab, cuma grup Umahat yang ngga pernah sepi. Allah tambah-kuatkan ikatan ukhuwah ini sehingga ngga cuma persoalan Peduli Jilbab yang menjadi concern kami, dan justru itu yang mengikat kami lebih erat. Curahan hati ditanggapi supaya terselesaikan secara syar'i, permasalahan dibantu menguraikan atau minimal mendoakan. Minimal banget menghibur dengan tawa yang tak harus dipaksakan, karena ada banyak hal yang bisa ditertawakan. 

Obrolan di UPJ berperan dalam proses pendewasaan gw menyelami peran sebagai istri dan ibu, sebagai wanita, sebagai makhluk Allah yang diberi sejuta potensi. Obrolan di UPJ ngga cuma menjadi penghibur sambil nunggu suami pulang kerja, tapi juga mencerdaskan dan mendewasakan. Kadang juga menguras saldo ATM karena kebanyakan promo diskonan dan jualan. Ah pokoknya I heart you allllllllllllll!

Kalau bukan atas kehendak Allah, pasti ngga ada ceritanya Rahma bisa tobat. Kalau bukan atas kehendak Allah, pasti lemari gw masih penuh sama jeans dan baju ketat-ketat plus kerudung paris yang tipisnya kaya saringan tahu. Dan mungkin gw masih males dateng kajian, masih males juga gaul deket-deket sama aktivis masjid. Alhamdulillah alhamdulillah gw dikasih kesempatan berubah dan memperbaiki diri, kemudian dipertemukan dengan Peduli Jilbab. Raga memang sedang terbatas untuk bergerak, tapi in syaa Allah segera, segera gw akan bergerak melaju lagi.

Wahai mamak-mamak UPJ, kalau nanti di surga kalian ngga nemuin aku, tolong cari aku. Semoga kita bisa bertetangga di Jannah-Nya :)

1 comment:

  1. Aaah terharuuu... Seru banget ya grupnya hihi...

    ReplyDelete

Drop your thoughts here, yea feel free!