Mulutmu, Surga atau Nerakamu

Seperti halnya setiap partikel debu terkecil yang terbang diketahui oleh Raja dari segala raja, setiap gerak tubuh kita pun tak luput dari pengawasan-Nya. Ketika tangan menyentuh jari-jari manusia lain yang tidak seharusnya. Ketika mata menatap sengaja paras manusia lain yang tidak seharusnya. Ketika ruas ibu jari mengetik kalimat-kalimat cinta kepada manusia yang belum menjadi hak kita. Allah melihat segalanya.

Ketika lambung bekerja menghancurkan makanan yang baru saja kita telan. Ketika jantung berdetak mendorong darah mengalir rata tanpa ada pembuluh yang terlewat. Ketika paru-paru mengembang dan mengempis untuk mendapatkan udara. Ketika sel-sel otak saling bersambungan demi menyimpan memori baru atau untuk memanggil kembali kenangan lama. Allah melihat segalanya. Dia melihat hal-hal yang tak kita lihat, bahkan tak kita pahami cara kerjanya.

Ah tapi manusia emang tempatnya lupa ya. Lupa kalo lagi diawasin, lupa kalo segala tindaknya pasti dicatat, entah oleh malaikat kanan atau malaikat kiri. Gimana mungkin mau inget catatan malaikat yang jelas-jelas ngga keliatan, kalo perasaan orang lain di depan mata aja dicuekin.

"Eh gendutan deh lo sekarang."
"Mak lo bukannya rajin ngegym ya, ko ngga kurusan?"
"Itu anaknya udah setahun kok belum bisa jalan?"
"Aduh aduh adek nangis ya...sini sini sama tante aja. Kenapa sayang, dinakalin ya sama mama?"

Daaaan banyak contoh lain, silakan bayangin sendiri. Baydewey contoh terakhir ini berdasarkan survey di grup ibu-ibu muda adalah kalimat yang bikin dongkol si ibu ketika anak tantrum trus ada sosok yang sok-sokan jadi pahlawan. Padahal sama ibunya sengaja didiemin supaya anak belajar, tapi bubar jalan gara-gara ada yang menginterupsi. Oh, dan ibu waras mana sih yang nakalin anaknya?

Berkata baiklah atau diam, begitu Rasul mengajarkan.
"Sesungguhnya seorang hamba mengatakan suatu kalimat yang mendatangkan murka Allah ta’ala yang ia tidak menaruh perhatian padanya namun mengakibatkannya dijerumuskan ke dalam neraka Jahannam”. [HR Bukhari, Tirmidzi & Ibnu Majah].
"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam” [HR Bukhari Muslim].
sumber
Gw rekomen sekali buat baca buku Dahsyatnya Bahaya Lisan Wanita di atas, I really do. Lengkap banget dan nusuk penjelasannya, bukunya tipis dan ukurannya kecil, jadi ga berat-berat amat buat diberesin dalam 3 hari.

Tapi gw akui, rem mulut perempuan emang sering blong. Nanya tentu boleh, tapi sebelum nanya atau komentar, coba cek dulu:
  1. Kenapa gw nanya? Benar-benar perhatian atau cuma kepo doang?
  2. Apakah perkataan gw akan menyakiti orang lain?
  3. Penting ngga gw nanya, ada manfaatnya ngga?
kalo jawaban ketiganya adalah NO, you better look for another things to talk.

No comments:

Post a Comment

Drop your thoughts here, yea feel free!