Penjaja Kisah Haram

Kenapa cerita cinta yang banyak dijual adalah kisah kasih dua orang dalam hubungan sebelum menikah? Have you ever wonder? Layk, really really wonder?

Coba tengok novel romance, cerita apa yang memiliki banyak fans?
Coba ingat-ingat film drama, kisah cinta apa yang dijadikan cerita?
Coba sejenak lihat daftar lagu, tema apa yang paling menderu?

Ketika pekerja seni yang memiliki kapasitas menyajikan kisah justru menjejali audiensnya dengan cerita-cerita cinta sepasang kekasih yang belum menikah, yang dalam Islam artinya belum halal, atau bisa lo baca HARAM, maka kisah seperti itulah yang akan khalayak fantasi. Relationship goal. Baca novel, relationship goal. Lihat selebgram update status pake caption-caption rayu-rayu gombal mukiyo, relationship goal. Denger lagu yang liriknya bikin termehek-mehek, relationship goal. Nonton drama, relationship goal. Dikit-dikit relationship goal.

Sedihnya kalau kawula muda bangsa Indonesia salah kiblat sebagai referensi goalnya.

Sekarang gw tanya, kenapa coba cerita-cerita cinta sebelum nikah laku dijual? Karena ada marketnya, ada peminatnya, oke you don't say sih. Ini juga semua orang tahu. Yang gw maksud adalah karena kisah cinta di luar jalinan pernikahan tampak lebih romantis.

Ngga percaya?
Coba lihat ilustrasi gw di bawah ya.

  • Laki-laki cuci piring jadi cerita luar biasa, tapi suami cuci piring dianggap biasa, sepele saja katanya.
  • Laki-laki memasak untuk teman perempuannya di hari Sabtu bisa jadi cerita panjang empat alinea, sedangkan suami yang memasak untuk keluarga sementara istrinya mencuci baju dianggap sudah seharusnya.
  • Dua sejoli yang berpisah enam bulan bertemu di bandara lantas berpeluk erat dianggap romantis, sedangkan suami istri yang berpisah seminggu bertemu di stasiun lantas berpeluk erat dianggap lebay.
  • Kisah menyatakan cinta dan mengajak untuk menjalin hubungan pertemanan spesial banyak digandrungi remaja, sedangkan kisah suami istri yang sama-sama pertama bersentuhan karena sebelumnya sama-sama menjaga tak ada peminatnya.
  • banyak sih contoh lain, you get the point kan ya?
Hal-hal yang dilakukan sepasang suami istri seolah kehilangan pesona romantismenya, sedangkan segala tindak tanduk pasangan yang belum menikah dianggap romantis dan istimewa. Wajar katanya jika suami memasak untuk keluarganya. Wajar katanya jika suami istri berpeluk erat setelah berpisah sekian lama. Wajar katanya suami menjemput ke tempat kerja. Wajar katanya suami istri bertukar hadiah. Seolah sirna seketika sisi romantisme hal-hal kecil tersebut setelah laki-laki mengucap akad.

Padahal, yang satunya dosa yang satunya berpahala. Tapi kenapa yang dosa tampak lebih memikat sedangkan yang berpahala tampak seperti rutinitas kewajiban saja?

Kesan-kesan inilah yang kemudian bikin pekerja seni memilih cerita yang lebih memikat. Gw berbicara tentang mayoritas ya, please note that point. Padahal...........

Padahal,
Untuk setiap kata yang penulis goreskan menjadi cerita akan diminta pertanggungjawaban.
Untuk setiap kata dan nada yang pemusik lantunkan akan diminta pertanggungjawaan.
Untuk setiap milidetik adegan yang sineas hasilkan pun akan diminta pertanggungjawaban.

sumber
Kalo karya yang kita hasilkan bikin orang punya ide berbuat maksiat, sungguh kita pasti ngga luput kecipratan dosanya. Sebaliknya, kalo karya kita bikin orang terinspirasi berbuat baik, kita pun akan kecipratan pahalanya. 

Barang siapa mengajak kepada kebaikan, maka ia akan mendapat pahala sebanyak pahala yg diperoleh orang-orang yg mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Sebaliknya, barang siapa mengajak kepada kesesatan, maka ia akan mendapat dosa sebanyak yg diperoleh orang-orang yg mengikutinya tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun. [HR. Muslim No.4831].

Akan tiba masanya jari-jari tangan kita ditanya sudah dipakai untuk apa. Ngga bisa bohong, karena mulut akan dibungkam. Jemari akan berbicara, apakah dulu ia menggenggam tangan yang belum menjadi haknya, atau menuliskan kalimat yang membuat orang punya ide berbuat maksiat, atau justru menggenggam tangan istri/suaminya sehingga berguguranlah dosa antara mereka dan menulis kalimat yang membuat orang bersemangat menjadi manusia yang lebih taqwa.

Pilih takdirmu!
Kecuali hal-hal yang sudah Rabb tentukan secara mutlak seperti kelahiran, kematian, lahir dari keluarga siapa dan suku mana dsb, selalu ada celah untuk berupaya yang terbaik. Sebagian takdir erat kaitannya dengan usaha manusia, takdir muallaq namanya. Maka takdir adalah akumulasi keputusan dan pilihan-pilihan manusia.

Selamat menyambut pilkada! OKOCE?
*loh

No comments:

Post a Comment

Drop your thoughts here, yea feel free!