Cinta Itu Pasti, Jatuh Cinta Itu Lain Perkara

I'm in the middle of writing my research journal which I procrastinate for.... ehm, like 2 months? Sigh. 

Ngga usah dibaca serius-serius, tulisan ini, seperti halnya kebanyakan tulisan di angsajenius, emang bukan buat dibaca dengan serius alis mengkerut :) Ini adalah suara hati istri yang ditinggal suaminya liburan udah empat hari~

Anak gw, alhamdulillah, bobo super nyenyak ngga gelisah seperti malam sebelumnya. Itu artinya gw bisa ngerjain jurnal dengan tenang, ngga gelisah sebentar-sebentar harus nyusuin supaya Afiqa terlelap kembali. Dan gw ngga perlu ceritain juga kan ya endingnya kalo nyusuin di jam-jam genting antara jam 2-4 pagi? Endingnya yang tidur nyenyak ngga cuma anaknya, emaknya jugak.

Dan laki-laki yang biasanya terlelap juga di samping si bayi udah 4 malam ini ngga di rumah, lagi jenjalan kantor ceunah ke Jepun. 

This I Promise You-nya NSYNC lagi muter di Youtube.

Mendadak, layaknya abege, I miss his presence.

Ditambah lagi, buka Facebook muncul memories from 7 years ago foto ini, ngemsi di seminar Wirausaha sama abang. Ah, mandu acara, hal yang mustahil banget abang mau lakukan sekarang.


I miss him a lot that I wanted to cry just by texting him and not getting immediate text back. Ah, galau kali rasanya. Padahal tadi udah videocall, tapi teknologi jelas tidak mampu memenuhi keinginan seluruh panca indera.

Supaya galaunya makin paripurna, gw buka album foto di Facebook, hal yang juga udah lamaaaa ngga gw lakukan, dan ketemulah foto-foto ini di antara ratusan foto lain yang sama-sama ada gw dan ada abangnya.


Nametag bikinan gw buat departemen Wirausaha pas upgrading perdana BEM 2010, dibikin pake Photoshop dan waktu itu rasanya udah paling keren *self proclaim*



Rahma, si penerima kado kosong yang dibungkus kertas kalender penuh tanda tangan para pemberi kado dan kertasnya bau minyak gorengan.


Masak-masak di Kirana-nya Mutihe buat buka puasa bersama yay!




Batik ini bukan batik couple kok, tapi batik seragam organisasi 😂




Pasca aksi 20 Oktober, gw lupa apa yang didemoin hahaha kayanya sih protes pak Presiden SBY.

Yang kenal gw dan kenal abang pasti tahu banget kalo kerjaan kami ngga jauh-jauh dari jualan. Kemejanya kakaa boleh, harga murah boleh dibandingkan sama stand sebelah...



One of the best people I had in campus layf!

And holidaaayy!!



Nulis blog model begini gw jadi merasa berumur 19 tahun deh *dilempar kalender biar inget umur*

Ada di satu organisasi yang sama menjadikan kami sahabat baik, we truly were. And I'm glad we did. Unless, ngga akan ada foto-foto dan cerita masa muda yang beririsan. Foto dan potongan kenangan yang mengingatnya saja sudah cukup membuat senyum tak tertahan.

Hingga rindu kian menekan.
Tapi gw yakin deh yang dikangenin ngga sekangen yang ditinggal. Kenapa? Karena yang dikangenin lagi sibuk liburan, jadi kangen istrinya cuma pas nganggur aja. Itu pun harus antre, kalah sama rasa kangen ke anaknya. Sedangkan gw di sini melakukan rutinitas harian yang sama, tanpanya.

Hah!

Cinta itu pasti, tapi jatuh cinta itu lain perkara. 
Jatuh cinta melibatkan rasa bergemuruh di dada, rasa ingin bertemu yang membuncah, rasa ingin selalu tahu keberadaannya, dan rasa ingin selalu dekat dibumbui sedikit perasaan insecure. Mungkin ruang semacam ini penting untuk mengembalikan debar jatuh cinta yang melemah terkikis rutinitas. Ruang semacam ini penting untuk merenungi lagi betapa kita membutuhkan pasangan, dan betapa ia telah banyak membuat hari-hari kita menjadi lebih indah. Jauh lebih indah.

“Seindah apa pun huruf terukir, dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda? Dapatkan ia dimengerti jika tak ada spasi? Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak? Dan saling menyayang bila ada ruang?” ― Dee Lestari


Gw senang kami memiliki jeda, tapi tolonglah jangan terlalu lama.

Dah ah, galau kali rasanya. Senin cepatlah datang, hai suamiku cepatlah pulang~

No comments:

Post a Comment

Drop your thoughts here, yea feel free!