The Day You Know You're Pregnant

Finding out that your testpack has two strips is an amazing feeling. Your heart beats faster, you couldn't stop smiling, you say alhamduliLlah a lot, you're just too excited to spread the news to the world. But wait, do the world really need to know?

Yes, your world, I mean your husband, definitely needs to know. And I'm sure no woman want to keep her pregnancy as a secret since she needs the world to support her. Because the day she knows she's pregnant, her world change. Her priority shifts. 

Awal Maret, badan serasa remek ngga karuan. Pegel disana-sini, kaya PMS tapi ngga berkesudahan. It has been two weeks, bayangkanlah pegel PMS dua minggu 😓 Makin yakin itu PMS karena mood naik turun. Kenapa mendadak aku baperan, abang nanya. Lagi PMS bang sabar ya, jawabku. Sampai akhirnya lewat dua hari dari jadwal haid di aplikasi Flo, pembalut di bungkus masih aman aja belum tersentuh. Lalu pas mau mandiin sore Afiqa, aku tespek. Tespeknya darimana, kok mendadak punya? Nyetok doong aaah 😂 

Dan....




garisnya dua. Jelas banget. Wah aku excited luar biasa, yatapi ngga kaget sih karena emang ini sudah diharapkan. Kalau kata @mimikayy di UPJ, emang berharap apa kalo bukan anak? kan ngga mungkin munculnya TV plasma. Hm bayq. Afiqa bingung ibuknya ketawa-tawa, sampai akhirnya kubilang "Nak, Afiqa mau punya adek!" dan responnya "Yaaa hakhakhakhak" 😂 Oh anakkuu. Jelas aku ngga bisa ngucap alhamduliLlah atau insyaAllah pas ngasih tahu Afiqa, kan posisinya lagi di kamar mandi mau mandiin si anak wedok.  Tapi, Allah tahu betapa bersyukurnya kami. 

And then the world change. Belom boleh gendong Afiqa, dan kudu babay Indomie padahal dua hari sebelum tespek udah beli Indomie rasa soto ayam mau dibikin pas wiken. Akhirnya teronggok saja Indomie soto ayam berbungkus hijau itu, akan kupandangi dirimu jika aku rindu. Oiya soal mie instan ini beda orang beda aturan, tapi suami aku bikin aturan no indomie until lahiran jadi yaaaa manut kan wajib ya kan buuuk. 

Alhamdulillah lagi ngga mual atau mabok. Mual sesekali, tapi yagitu doang, semenit ilang lagi. Afiqa juga masih bisa ASI tanpa ada halang rintang, doakan bisa tuntas sampe 2 tahun hijriah Juni nanti. Baydewey, hamil kedua ini start BBnya udah di atas normal deh 😓 sisaan hamil pertama masih nongkrong 3 kilo, jadinya hamil 7w udah kaya 3 bulan 😅😅😅 Gapapa, bumil ngga sensi kok ditanya BB 😜

Garis dua ini, adalah yang kami sebut-sebut dalam doa. Berharap Allah mengabulkan dan menjadikannya pejuang Islam di akhir jaman, penegak kalimatuLlah. Persis dengan doa kami sebelum ada Afiqa. Berat ya, tapi buat apa lagi sih anak kalau ngga diharapkan membawa kebaikan hingga akhirat? Kalau cuma di dunia, kata pak ustad yang ngisi pengajian rutin ibu-ibu komplek, cape buk. Siapa yang ngga cape punya anak kecil? Makin besar, cape berkurang tapi biaya bertambah. Buat sekolah, makan, kebutuhan ini keinginan itu. Kalau cuma buat dunia, lebih enak berdua aja, bisa liburan keliling dunia tanpa ada yang membebani. Dan ngga usah pusing kudu pumping beberapa jam sekali. Tapi, kita mengharap lebih dari dunia, iya kan buk?

Maka jangan jadikan anak hanya sumber kebahagiaan dunia, tapi jadikan ia tabungan untuk akhirat juga.

2 comments:

  1. Congratz yaa kak😁
    Bener banget tuhh.. Hidup itu gak cuma di dunia aja, tapi kita bakalan hidup di akhirat juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasiihh! :) ah iyaa, tapi nyatanya kita-eh aku-suka lupa kalo ini cuma sementara.

      Delete

Drop your thoughts here, yea feel free!