September 2014: Jawaban dari Mengusahakan Masa Depan

Kalau ibarat punya peliharaan dan angsajenius ini adalah peliharaan gw, mungkin sekarang dia udah jejeritan minta makan sama emaknya. Maafkan ya nak, emakmu ini lagi kelimpungan adaptasi sama amanah baru sampe lupa sama komitmen mau one day one post (yang nyatanya lagi-lagi sekedar wacana, ooo deep sigh). 

Yep, and here I am. Coming back to give some splash news yey!

Masih hangat rasanya perjuangan ngurus syarat-syarat beasiswa calon dosen dari Dikti (bisa dibaca di sini: Juli 2014: Rangkaian Mengusahakan Masa Depan). Mulai dari bolak-balik ke SDM Telkom Unv di lantai 3 sampe ke Jakarta bermodal tiket Baraya, ditambah kebut-kebutan sama tukang ojek, semuanya di bulan puasa. Emang ya rejeki Allah itu luas, luaaaasssss bangeeettt. Makanya kalau mau minta, minta sama yang punya dan yang ngatur rejeki, Allah. 

Oke singkat cerita, setelah digantungin sama Dikti tanpa ada pengumuman apapun di manapun, ngga di web Dikti ngga juga di web LPDP, akhirnya dua minggu yang lalu, abis Isya gw dikagetkan sama mention dari adek kelas SMA. Segera gw cek di web-web yang kemungkinan ada pengumumannya. Mulai dari beasiswa.dikti.go.id/dn yang nihil, ke LPDP yang kali aja ada karena katanya bakal kerjasama, eh nihil juga. Lalu cek di web sps.itb.ac.id yang juga nihil. Oh Allah tangan udah dingin gini, kenapa tak kunjung nemu :3 Akhirnya gw cek langsung ke web dikti.go.id daaaaann… ada pengumumannya. Heartbeat makin kenceng, tangan makin dingin nunggu download lampiran peserta yang lolos. 

Kaya gini ternyata rasanya nunggu kepastian, berharap hasilnya IYA tapi di saat yang sama khawatir ternyata ENGGA. 


Jadi beasiswa calon dosen ini adalah beasiswa dari Dikti yang dikasih buat mereka yang mau S2 atau S3 dan berencana berprofesi menjadi dosen. Buat tahun ini, bukan lagi kita daftar dan akan otomatis ditempatkan oleh Dikti di perguruan tinggi yang membutuhkan melainkan kitanya udah harus punya kontrak dengan perguruan tinggi yang mau menerima kita menjadi dosen tetap. Gw ngajuin ke Telkom University. Banyak banget kemudahan kemaren, salah satunya dari Kabid SDM yang baiiikkk luar biasa pak Romat Saragih dan tim di SDM Telkom Unv, TASS dan tentu saja ibu Warek II dan pak Rektor yang memberi banyak kemudahan dalam prosesnya. Gw tetep bakal lewat seleksi kok anyway. And yes, couldn't thank more to anyone who helped. Semoga Allah membalas dengan kebaikan yang berlipat-lipat :) 

Nah gw udah officially being a student nih 3 minggu ini. Update ilmu selalu semenyenangkan itu ya. Duduk di kursi kuliah, merhatiin dosen ngejelasin, nyatet, making new friends, praktikum daaann segala atribut mahasiswa lainnya. Awalnya, feel jadi mahasiswa ITB masih sangat samar. Hari-hari pertama kuliah isinya malah keingetan jaman kuliah di IT Telkom yang zuper ngangenin itu. Apa daya, IT Telkom terlalu memikat erat, ditambah enam tahun tinggal di Dayeuhkolot pula. Seminggu berlalu baru deh menghayati jadi anak ITB :3

Soon! Gw akan cerita pahit asem manis pedesnya jadi mahasiswa lagi. I'm currently in the middle of something right now. 

Kemaren ada update instagram dari adek kelas SMA gw yang sekarang jadi calon dokter dari UI, katanya:

Mari, mengulang doa :)

2 comments:

  1. Finally. I am waiting this update for a long long time. Happy to read your story again. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. thankya sist! happy to have time to write again as well <3

      Delete

Drop your thoughts here, yea feel free!